--> Skip to main content

Apa Itu Cinta Sejati Dan Mengapa Kita Jatuh Cinta?

Apa itu cinta sejati dan mengapa kita jatuh cinta? Pertanyaan ini memang sangat menarik untuk dibahas, dan tak akan pernah punah sampai kapanpun. Yah, pembahasan tentang cinta sejati. Dan penyebab kita bisa jatuh cinta.

“Bukan karena siapa dirimu aku menyayangimu, tetapi karena apa yang tejadi padaku kalau kau tidak bersamaku?”

“Aku tak tau usiaku sampai kapan, namun keyakinan bahwa cintaku untukmu adalah selamanya.”

- Seseorang hanya akan mulai merindukan tambatan hatinya pada saat ia benar-benar berjumpa dengannya. Meskipun bermimpi menemuinya sudah tak terhingga. -

Aduduh, kalimat-kalimatnya romantis banget ya? Apakah kamu mulai meleleh baca kalimat-kalimat di atas? Atau mendadak teringat si dia? Wah, jangan-jangan ada yang senyam-senyum ya sekarang. Kamu mungkin sedang dilanda asmara tuh. Tapi kamu tahu gak sih, apa itu cinta sejati, dan apa yang membuat kita bisa jatuh cinta?

Kamu bisa membaca 'arti cinta sejati dan ketulusan' dalam bentuk cerpen pada postingan sebelumnya yang berjudul: Apa Arti Cinta Sejati Dan Ketulusan?

Apa itu cinta sejati?

Sepertinya, sudah sejak lama, cinta menjadi bahasan yang tidak ada habisnya untuk diulas. Mungkin telah berjuta-juta tahun lamanya orang-orang berusaha mencari tahu asal muasal cinta sesungguhnya.

Dahulu dikatakan, cinta sejati berasal dari dewa bernama Cupid, dari ramuan, atau bahkan dari kilat petir langit, lho! Cinta begitu misterius hingga bahkan detik ini, masih banyak penelitian atas nama cinta—maksudnya, penelitian yang dilakukan untuk menyelami cinta.

Menurut Pines (2005), terdapat beberapa hal yang meningkatkan kemungkinan bagi seseorang untuk jatuh cinta, di antaranya seperti proximity (kedekatan dalam segi ruang), dan adanya gairah (selanjutnya akan dirujuk menggunakan arousal).

Semakin sering kita bertemu seseorang, kecenderungan untuk jatuh cinta kepadanya pun semakin besar. Pines menyebutkan bahwa hanya 11% dari kasus jatuh cinta terjadi karena pandangan pertama. Jadi, dapat kita pastikan bahwa frekuensi bertemu dengan doi merupakan faktor penting yang menumbuhkan benih cinta dalam suatu hubungan.

Jadi, cowokku bohong waktu bilang dia jatuh cinta pada pandangan pertama?

Nah, hal ini tidak sepenuhnya benar. Jikalau first impression kita pada orang yang memiliki sifat negatif, maka akan sulit bagi doi agar bisa lebih dekat dengan kamu. Jadi, first impression juga berperan dalam terbentuknya perasaan cinta sejati yang dialami seseorang.

Mengapa Kita Jatuh Cinta?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, arousal atau gairah yang dialami merupakan salah satu penyebab jatuh cinta yang sejati. Dalam two-factor theory of love, orang-orang yang merasakan gejolak emosi yang hebat dan mengalami reaksi fisiologis pada tubuhnya dalam suatu waktu, berpotensi jatuh cinta pada seseorang.

Seorang wanita yang merasakan kegembiraan luar biasa setelah memenangkan lotre lebih mudah jatuh cinta pada seorang lelaki, dibanding ketika ia sedang menjalani rutinitas yang tidak membuatnya merasakan gejolak. Begitu pula sebaliknya, seorang lelaki yang dilanda perasaan sedih mendalam, lebih mudah jatuh cinta pada seorang wanita.

Timbulnya arousal dan tingkatan pertemuanmu dengan seseorang, tidak semata-mata menjadi alasan kamu jatuh cinta dengan seseorang. Apakah kamu pernah mendengar cerita Narcissus yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri, dan menderita karena merasa cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?

Penelitian membuktikan bahwa kita seringkali tertarik pada bayangan diri kita — yaitu orang-orang yang memiliki banyak kesamaan dengan kita. Kesamaan tersebut bisa bermacam-macam, mulai dari latar belakang keluarga, sifat, penampilan, pola pikir, minat, dll.

Hal ini cukup mengejutkan, mengingat selama ini banyak kalimat gombal yang bernada, “Aku tertarik padamu karena kamu memiliki yang gak aku miliki.

Lalu mengapa bisa begitu, ya? Mengapa kesamaan malah menjadi penyebab timbulnya rasa cinta? Hal ini dapat dijelaskan dalam kalimat: Similarities are generally rewarding, whereas dissimilarities can be unpleasant.

Menurut theory of Narcissism, we love in other people what we see and love in ourselves. Maka, jangan heran jika kamu sering mendengar, “Ih, kamu mirip banget sama pasanganmu!” atau kalimat sejenisnya.

Hmm, apa sekarang kamu membayangkan kesamaan yang kamu dan pasanganmu miliki? Lalu bertanya, mengapa aku dan dia malah begitu berbeda? Aku bawel dan dia pendiam, tapi kenapa kita akhirnya bisa bersama?

Usut punya usut, perbedaan juga dapat menjadi penyebab seseorang jatuh cinta! Hal ini mungkin terjadi karena perbedaan dianggap sebagai sesuatu yang menarik, dan berpengaruh positif bagi perkembangan hubungan romantis yang dijalani.

Perbedaan juga dapat menjadi mak comblang bagi dua insan, karena salah satu pihak menganggap bahwa pasangannya mencintainya bukan karena ia memiliki sudut pandang yang serupa, tetapi murni karena apa adanya dirinya.

Perbedaan yang ada membuat pasangan bersama-sama mempelajari hal baru, yang membuat keduanya merasa spesial dan unik. Hal ini juga didukung dari adanya fakta, bahwa orang-orang dengan sifat submissive (penurut) cenderung melaporkan tingkat kepuasan yang lebih baik dengan orang-orang yang bersifat dominan, dibandingkan dengan pasangan yang keduanya submissive.

Jadi, kalimat opposites attract nyatanya tidak salah, sehingga gombalan semacam “Kita berbeda, dan aku yakin jika kita bersama, kita bisa saling melengkapi,” itu benar adanya!

Wah, mungkin ini waktunya bagi para wanita untuk berhenti mengharapkan cowok tampan dari drama Korea untuk hadir menjadi pendamping hidupnya ya.

Buat para lelaki, mungkin waktunya berhenti memimpikan Raisa jadi kekasihmu. Ketika kamu menemukan orang yang memiliki kesamaan denganmu pada hal-hal yang penting, lihatlah kepribadiannya yang dapat melengkapimu menjadi kamu yang seutuhnya. Remember, the boy or the girl next door is most likely to be the one for you. Dan temukan jawabannya dari pertanyaan diatas, Apa itu cinta sejati dan mengapa kita jatuh cinta?.

Jangan lupa untuk mem-bookmark halaman ini, agar lebih mudah menemukannya dilain waktu. Ikuti juga Zuwaj di Google News untuk mendapatkan akses lebih cepat.

Baca juga: Psikologi Lelaki Jatuh Cinta Yang Jarang Diketahui Wanita.

Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar sebelum berkomentar.
Buka Komentar